Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

2013/12/28

Emosi Tak Seimbang Pengaruhi Kehalusan Kulit


Menjaga kehalusan kulit tak hanya secara fisik. Faktor piskologis juga berpengaruh.
Karena itu Dr. Lilik Norawati SpKK menyarankan mulailah meremajakan pikiran karena saat pikiran dan emosi tidak seimbang, secara psikologis akan memberi pengaruh pada perubahan kondisi kulit.
Selain itu, rawat kulit dari dalam dengan makan makanan sehat dan minum air putih yang cukup, serta relaksasi pikiran di tempat perawatan tubuh seperti spa yang menggunakan bahan-bahan alami dan terpercaya.
Diingatkan pula, sebaiknya menggunakan body lotion minimal dua kali sehari. Gunakan bahan yang dirancang untuk membuat stratum korneum lebih lunak dan lembut dengan memulihkan atau meningkatkan kelembabannya (hidrasi).

Waktu yang paling tepat untuk menggunakan body lotion adalah pada saat pagi hari sebelum beraktivas dan malam hari sebelum tidur.
Selain menjaga kelembaban kulit, menggunakan pembersih yang mempunyai pH, balance dan mengandung mild surfactan juga wajib dilakukan agar kulit terjaga kehalusannya. Membersihkan kulit tidak terlalu sering, tidak terlalu lama dan menggunakan air suam-suam kuku.
Diingatkan Lilik, agar memberikan perlindungan pada kulit dari faktor eksternal, terutama sinar matahari. Caranya hindari paparan langsung sinar matahari, berikan perlindungan pada kulit dari efek buruk sinar matahari dengan menggunakan body lotion yang mengandung SPF dan PA++ setiap hari agar kulit tetap cerah merata.
sumber : Yahoo

2013/07/04

Jerawat Parah dapat Renggut Nyawa!

Jangan remehkan jerawat. Bintil yang biasanya menyerang daerah wajah ini tak hanya menyakitkan dan mengurangi rasa percaya diri Anda, bahkan jerawat juga bisa mengambil nyawa. Tidak percaya?


Hasil penelitian terbaru Karolinska Institute, Swedia mengungkapkan, orang-orang yang menjalani perawatan jerawat parah memiliki risiko lebih tinggi untuk mencoba bunuh diri. Ini lebih disebabkan karena depresi ketimbang pengaruh obat.  Para peneliti mempelajari data dari hampir 6.000 orang yang diberi resep isotretinoin antara tahun 1980 dan 1989.

Penelitian ini dibiayai oleh Dewan Riset Swedia dan diumumkan Jumat di jurnal BMJ medis. 

Dalam penelitiannya, para ilmuwan membandingkan informasi pasien yang ke luar rumah sakit dan catatan kematian antara tahun 1980-2001. Dalam catatan itu terdapat 128 orang yang disurvei, dirawat di rumah sakit setelah usaha bunuh diri.


"Jerawat parah bukan hal sepele," tulis Anders Sundstrom. "Hal ini terkait dengan peningkatan risiko percobaan bunuh diri."

Para ahli menemukan jumlah usaha bunuh diri meningkat antara sekitar satu dan tiga tahun sebelum dimulainya pengobatan, meskipun peningkatan itu tidak signifikan secara statistik. Risiko tertinggi diduga berada dalam enam bulan awal masa pengobatan. Pengobatan biasanya berlangsung beberapa bulan, di mana beberapa pasien membutuhkan terapi ulang.

Sundstrom dan koleganya menekankan bahwa usaha bunuh diri terkait jerawat cenderung langka. Perbandingannya 1 dibanding 2.300 orang yang memakai obat jerawat secara global.


Di benua lain, dua ilmuwan Australia mengomentari hasil penelitian ini. Dan mereka sepakat, jerawat berkaitan dengan faktor psikologis.

"Semua pasien dengan jerawat parah yang membutuhkan isotretinoin harus diperhatikan faktor-faktor psikologisnya. Dan juga perlu pantauan khusus, jangan sampai ia berniat bunuh diri," ujar Parker Magin dan John Sullivan dari University of Newcastle dan University of New South Wales di Australia. Mengingat jangka risiko, keluarga pasien juga mungkin memiliki peran dalam pengawasan ini.


Namun tidak perlu khawatir untuk memakai obat jerawat yang beredar di pasaran. Isotretinoin (yang bernama kimia retinoic 13-cis) adalah obat jerawat yang dianggap efektif untuk mengobati jerawat. Di pasaran, obat ini dijual dengan nama antara lain Accutane, Roaccutane, Clarus, Decutan dan lain-lain. Obat ini telah sering diresepkan untuk mengobati jerawat serius sejak tahun 1980-an.

Sumber : life.viva.co.id

Cute Pink Bow Tie Pointer